Kalau sudah ngomongin Pak Indra rasanya ngeri-ngeri sedap. Betapa tidak, dibalik wajahnya yang oriental kritikannya sering terasa begitu tajam di telinga saya.
Kalau sudah ngomongin Pak Indra rasanya ngeri-ngeri sedap. Betapa tidak, dibalik wajahnya yang oriental kritikannya sering terasa begitu tajam di telinga saya.
Kedekatan saya dengan Pak Indra
Ya betapa tidak mungkin seperti itu, karena sudah saking dekatnya dimana kita sudah saling mengenal sangat lama satu sama yang lainnya dan sudah sedekat sohib.
Maka tentu saja karena begitu dekatnya pertemanan kita tersebut, kita jadi saling mengetahui karakteristik luar dalam masing-masing. Mungkin kalau sama orang lain tidak setajam itu kritikannya, tapi sama kita orang sering terasa tajam, maka itu wajar.
Tapi ya gak papa mungkin sudah dari sononya betapa inginnya beliau bisa memotivasi saya berubah agar menjadi lebih baik. Jadi nggak masalah dinikmati saja. Yang penting nggak sering-sering saja hehehe.
Saya mengenal Pak Indra sudah sejak sekitar 8 tahun yang lalu ketika kita pertama ketemu di Nidaul Fithrah. Saat itu yang mengenalkan saya ke Pak Indra adalah Ustadz Nur Yasin.
Waktu itu saya dikenalkan oleh Ustaz Yasin ke Pak Indra adalah dikarenakan Pak Indra merupakan ketua Departemen ekonomi di Nidaul Fithrah yang bertanggung jawab untuk mengembangkan software sistem Reseller nya. Akhirnya malah saya lebih banyak koordinasi sama Pak Indra, jadinya jelas akhirnya malah lebih dekat ke Pak Indra dari ke Ustadz Yasin itu sendiri.
Kisah Hijrahnya
Pak Indra ini kisahnya dalam berhijrah cukup menarik.
Awalnya dulu beliau ini kerja di sebuah perusahaan asuransi besar di Surabaya. Suatu ketika beliau didatangi oleh salah seorang juru pungut donasi dari Nidaul fitrah untuk menggalang donasi.
Hati tulus Pak Indra tergerak untuk ikut memberikan sebagian hartanya ke juru pungut tersebut. Dan terjadilah dialog di antara mereka.
Sang Juru Pungut bertanya ke pak Indra, berasal dari manakah sumbangan donasi yang mau diberikan ? Mengingat pak Indra yang kerja di dunia asuransi, juru pungut tersebut malu-malu mengatakan bahwa dia bisa menerima dana dari gaji kerja di asuransi. Karena bagaimanapun infak di jalan dakwah harus didapatkan dari pekerjaan yang halal dan baik pula. Sementara asuransi penuh dengan goror dan riba.
Lucu jadinya tentu saja karena hal tersebut jelas malah Pak Indra marah-marah. Tidak lama kemudian memicu pak Indra untuk langsung mendatangi Ustaz Yasin selaku bos Nidaul Fithrah.
Tentu saja akhirnya terjadilah debat dan dialog yang berkepanjangan. bahkan sampai berhari-hari atau pekan-pekan dengan dialog yang maraton.
Eh malah dari situ akhirnya pak Indra hijrah dan keluar dari pekerjaannya. Emang ridak langsung serta-merta menerima begitu saja dan butuh proses yang panjang memang. Tapi tidak bisa dipungkiri bahwa hidayah tidak bisa diterka Dari mana datangnya dan Dalam keadaan apa.
Sampai akhirnya beliau kemudian malah ditarik oleh Ustaz Yasin untuk jadi salah satu pengurus di Nidaul fitrah.
Hari itu pak Indra memutuskan keluar dari asuransi hanya berselang waktu 4 bulan dari dijadwalkannya beliau akan mendapatkan hadiah sebuah mobil Fortuner dari perusahaannya.
Sebuah itikad yang kuat. Kalaupun mau bisa menunggu Tetapi apakah kita tahu Sampai kapan umur kita? Begitulah yang didengungkan oleh Ustaz Yasin kepada Pak Indra pada waktu itu sehingga memicu Pak Indra untuk langsung berhenti saat itu juga.
Perjalanan Setelah Hijrah
Ketika keluar dari sebuah institusi yang tidak syar'i penghasilannya, tidak serta merta pula akan langsung mendapatkan ganti dengan yang lebih baik.
Pak Indra membutuhkan waktu setidaknya lebih dari 5 tahun untuk mendapatkan ganti yang lebih baik seperti saat ini dimana pendapatannya bisa dibilang jauh lebih besar dari saat ketika masih di asuransi.
Dan selama 5 tahun tersebut jatuh bangun dalam mencari dan menggeluti berbagai macam jenis pekerjaan sudah dilalui.
Mulai dari kepala Departemen ekonomi di Nidaul Fitrah sampai dengan menjadi mentor pemateri kelas RT dijalani dengan semaksimal mungkin. Termasuk juga mendirikan konsultan untuk konseling keluarga dengan nama Berkah bersama.
Bahkan sempat pula sama sekali tidak punya penghasilan untuk bisa dibelikan walaupun sekedar makan malam itu, namun tiba-tiba malah mendapatkan kiriman dana 10 juta rupiah dari seseorang yang kebetulan ingin mendonasikan zakatnya. Itu semua merupakan keajaiban yang dianugerahkan oleh Allah ketika pak Indra terdesak pada waktu itu.
Dunia Properti sebagai awal mula
Sampai akhirnya titik tolak kesuksesan itu dimulai kurang lebih dari 3 tahun yang lalu Pak Indra berhijrah ke Kota Batu Malang untuk bismillah menekuni dunia properti.
Perlu diketahui bahwa dunia Properti adalah dunia yang penuh dengan intrik dan konspirasi. Begitu banyak makelar yang berperan dalam jual-beli tanah yang sebenarnya makelar-makelar tersebut tidak berhak atas persenan namun tetap minta juga banyak.
Pun demikian dengan tanah yang bermasalah dan dalam sengketa misalnya. Belum lagi dengan umumnya penjualan properti saat ini yang selalu berkaitan dengan dunia riba seperti misalnya perkreditan bank yang begitu biasa, bahkan hampir semua.
Tantangan lain properti syariah abal-abal dan prinsip-prinsip yang tidak jauh berbeda dengan jualan properti konvesional dimana hanya istilahnya yang berbeda, namun hakekatnya sama. Jelas ini juga gangguan yang tidak bisa diremehkan. Jelas membuat image jualan properti Syariah jadi jelek.
Ini semua jelas bukan tantangan yang mudah bagi Pak Indra apalagi ketika terjun ke dunia ini ini sama sekali tidak memiliki pengalaman sebelumnya. Namun pastinya ketekunan yang di dilambari oleh semangat menggapai ridho dari Allah akhirnya pak Indra berhasil sampai seperti saat ini.
Pak Indra tetap bersikeras menekuni bidang ini dengan segala tantangan yang di atas tersebut. dan yang pada akhirnya dunia properti lah yang membawa Pak Indra ke kesuksesan.
Jelas disini 1 hal pelajaran yang yang patut bisa kita jadikan pegangan adalah bahwa dalam berbisnis kita harus Teguh pendirian. Jangan mudah berganti bisnis hanya karena omongan seseorang yang menyarankan kepada kita. Pada rombongan tersebut berasal dari orang yang tidak bertanggung jawab meskipun kelihatannya manis.
Kehidupan saat ini
Sebuah mobil Chevrolet Spin senantiasa mendampingi kesana kemari. Mungkin sekarang kalau mau sudah bisa Fortuner sesuatu yang saat hijrah dulu tidak didapatkan dihindari walaupun hanya tinggal menunggu beberapa bulan.
Saya sebenarnya termasuk beruntung bisa berteman dekat dengan pak Indra. Namun ketika berpikir kerjasama, hati kita relatif susah disatukan karena masing-masing memiliki visi yang berbeda.

Pak Indra dengan dunia propertinya sementara saya dengan dunia software dan keinginan untuk membesarkan Syabab Camp.
Selain itu namanya manusia ya pasti tidak ada yang sempurna. Ada hal-hal karakter tentu dari Pak Indra yang kurang cocok bagi saya pribadi.
Semoga beliau terus bisa menjadi Companion dari Syabab Camp. Lebih dari itu semoga usahanya terus lancar jaya dan keuntungannya bisa disumbangkan untuk kemajuan anak-anak muda binaan di Syabab Camp ke depannya.
Semoga kisah beliau bisa menginspirasi kita.
0895-3536-98866
Nasehat-nasehat Pak Indra, bisa dinikmati di video berikut :